
Setiap biji yang dipetik adalah hasil kerja keras, sabar, dan cinta pada tanah.
Kini, kopi dari kebunnya mulai masuk pasar digital lewat BUMDesa
Setiap pagi, Pak Seno sudah turun ke kebun lebih dulu dari matahari.
Buat beliau, kopi bukan sekadar tanaman—tapi warisan yang harus dirawat.
Di balik senyum ramahnya, ada kerja keras puluhan tahun:
memetik yang matang, menjemur yang terbaik, menjaga rasa tetap jujur.
Hari ini, hasil kebunnya mulai dikenal lebih luas.
Bukan karena keberuntungan, tapi karena konsistensi yang nggak pernah goyah.
Salut buat para petani yang menjaga cita rasa nusantara.
Support petani lokal.
